
FIS.UNG, Media Center – Kawasan kuliner di depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo bukan sekadar tempat mahasiswa menikmati makanan. Di balik ramainya aktivitas jual beli, terdapat dinamika sosial yang memperlihatkan bagaimana para pedagang membangun hubungan, menyesuaikan diri, dan bertahan di tengah persaingan usaha yang terus berkembang.
Fenomena tersebut menjadi fokus penelitian Fadiyah Priyana Bobihoe, mahasiswa Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo, melalui skripsinya yang berjudul "Adaptasi Sosial Penjual Kuliner di Depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo."
Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana para penjual kuliner melakukan adaptasi sosial sebagai respons terhadap perubahan lingkungan kampus, kebutuhan konsumen, serta dinamika hubungan antarpedagang.
Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap para pelaku usaha kuliner yang berjualan di kawasan Trotoar Jalan Jenderal Sudirman, tepat di depan Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberlangsungan usaha para pedagang tidak hanya ditentukan oleh kualitas makanan yang dijual, tetapi juga oleh kemampuan membangun hubungan sosial dan membaca perubahan lingkungan.
Salah satu bentuk adaptasi yang ditemukan adalah inovasi menu. Para pedagang secara rutin menyesuaikan variasi rasa, porsi, hingga pilihan topping untuk mengikuti selera mahasiswa yang terus berubah. Kreativitas tersebut menjadi strategi penting agar tetap mampu bersaing di tengah banyaknya pilihan kuliner di sekitar kampus.
Selain berinovasi dalam produk, para pedagang juga membangun aturan tidak tertulis mengenai penggunaan ruang berdagang dan jam operasional. Kesepakatan informal tersebut menjadi mekanisme bersama untuk menjaga ketertiban sekaligus meminimalkan potensi konflik antarpenjual.
Penelitian juga menemukan bahwa solidaritas antarpedagang menjadi modal sosial yang sangat penting. Meskipun berada dalam situasi persaingan usaha, para penjual tetap menjaga komunikasi, saling menghormati area berdagang, dan membantu satu sama lain ketika menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan usaha.
Menurut Fadiyah, kemampuan beradaptasi tersebut memperlihatkan bahwa aktivitas ekonomi tidak dapat dipisahkan dari proses interaksi sosial yang berlangsung setiap hari.
Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa adaptasi sosial para penjual kuliner merupakan proses yang dinamis. Pengalaman berdagang, tekanan lingkungan, perubahan perilaku konsumen, serta hubungan sosial yang terbangun menjadi faktor penting dalam menciptakan usaha yang mampu bertahan secara berkelanjutan.
Dari perspektif sosiologi, kondisi tersebut memperlihatkan bahwa ruang publik di sekitar kampus bukan hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga menjadi ruang pembentukan norma, kerja sama, dan solidaritas sosial yang tumbuh secara alami melalui interaksi antarmasyarakat.
Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam memahami bagaimana pelaku usaha mikro membangun strategi adaptasi sosial di tengah perubahan lingkungan perkotaan. Selain memberikan kontribusi terhadap pengembangan kajian sosiologi ekonomi, hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah usaha kecil tidak hanya ditentukan oleh kemampuan berdagang, tetapi juga oleh kemampuan membangun hubungan sosial yang harmonis dengan lingkungan sekitar.
Link e-Skripsi
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022