
FIS.UNG, Media Center – Ratusan mahasiswa baru Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) tahun 2026 datang dengan cerita yang berbeda. Ada yang berasal dari Gorontalo, ada juga yang menempuh perjalanan lintas pulau demi mengejar cita-cita.
Di antara mereka, D. Zaldi Akbar dari Kota Ternate, Maluku Utara, dan Dewi Ryzky Adinda Putri dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Mereka menjadi potret keberanian mahasiswa baru perantau yang memilih FIS UNG sebagai tempat belajar dan bertumbuh.
Bagi Zaldi, diterima di Jurusan Pendidikan Sejarah melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) merupakan awal dari perjalanan untuk mewujudkan impiannya mempelajari sejarah secara lebih mendalam.
Meski harus meninggalkan kampung halaman, ia mengaku bangga dapat melanjutkan pendidikan di UNG, yang menurutnya merupakan salah satu perguruan tinggi terbaik di Gorontalo.
"Saya sangat senang dan bangga bisa menuntut ilmu di Universitas Negeri Gorontalo. Yang saya tahu, UNG merupakan universitas terbaik di Provinsi Gorontalo," ujar Zaldi, saat dikonfirmasi Tim Media FIS UNG melalui pesan WhatsApp, pada Selasa (07/07/26).
Menurut Zaldi, persiapan terpenting sebelum berangkat ke Gorontalo bukan hanya menyiapkan perlengkapan, tetapi juga membangun kemauan dan kesiapan diri untuk menimba ilmu di Universitas Negeri Gorontalo.
"Persiapan yang saya siapkan adalah kemauan dan kemampuan untuk siap menuntut ilmu," terang Zaldi.
Sementara itu, cerita berbeda datang dari Dewi Ryzky Adinda Putri, mahasiswi baru Jurusan Ilmu Komunikasi yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
Setelah menjalani masa gap year selama dua tahun, Dewi, lulusan SMA NEGERI 13 SAMARINDA itu akhirnya berhasil mewujudkan impiannya menjadi mahasiswi. Keputusan merantau dari Kota Samarinda menuju Gorontalo menjadi langkah besar yang diambil dengan penuh keyakinan.
"Ini waktu yang tepat buat saya benar-benar keluar dari zona nyaman. Merantau ke gorontalo keputusan sadar untuk belajar mandiri secara total, melatih adaptasi di lingkungan, budaya yang berbeda, dan fokus untuk melanjutkan pendidikan," kata Dewi.
Bagi Dewi, meninggalkan rumah bukan sekadar berpindah tempat tinggal. Merantau adalah kesempatan untuk belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, dan mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Ia juga memilih Jurusan Ilmu Komunikasi karena menurutnya bidang tersebut merupakan ilmu yang sangat dinamis dan selalu relevan dengan perkembangan zaman
"Selain karena memang ada rencana personal untuk pindah ke Gorontalo, saya melihat UNG memiliki perkembangan yang sangat bagus, terutama dalam mengoordinasikan mahasiswa dari berbagai daerah," tambahnya.
Menjelang pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2026, keduanya kini mulai melakukan berbagai persiapan untuk berangkat ke Gorontalo.
Meski berasal dari daerah yang berbeda, Zaldi dan Dewi memiliki tujuan yang sama untuk belajar dan berkembang di Universitas Negeri Gorontalo.
Kisah keduanya menjadi inspirasi bahwa keberanian sering kali dimulai dari satu keputusan sederhana, yakni berani melangkah meninggalkan zona nyaman demi pendidikan.
Penulis : Ismail Husin
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022