Riset Mahasiswa IHK FIS UNG Soroti Tiga Persoalan Lingkungan Strategis di Gorontalo

Oleh: Wira Pratama Rumambie . 26 Juni 2026 . 12:31:39

FIS.UNG, Media Center — Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo terus memperkuat budaya akademik berbasis riset melalui model pembelajaran yang mendorong mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu membaca persoalan riil di masyarakat secara kritis dan ilmiah.

Salah satu implementasi pendekatan tersebut terlihat melalui hasil penelitian mahasiswa Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan (IHK) pada mata kuliah Ekologi Sosial, yang menyoroti tiga isu strategis lingkungan hidup di Gorontalo, yakni penataan aktivitas galian C, pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), serta tata kelola sampah rumah tangga.

Ketiga isu tersebut diangkat dalam kajian bertema “Kebijakan Pemerintah Daerah dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup: Studi Penataan Galian C, Daerah Aliran Sungai (DAS), dan Sampah Rumah Tangga di Gorontalo.” Melalui riset lapangan, mahasiswa memetakan berbagai tantangan implementasi kebijakan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan keberlanjutan lingkungan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas galian C masih menjadi isu penting karena berpotensi memengaruhi keseimbangan ekosistem apabila tidak dikelola secara berkelanjutan. Di sisi lain, pengelolaan DAS dinilai memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas lingkungan, terutama dalam mengurangi risiko degradasi lahan dan gangguan ekosistem.

Persoalan lain yang turut menjadi sorotan adalah pengelolaan sampah rumah tangga. Mahasiswa menemukan bahwa selain penguatan regulasi, persoalan sampah juga berkaitan erat dengan perilaku sosial masyarakat serta rendahnya kesadaran terhadap pengelolaan limbah domestik.

Dosen pengampu mata kuliah Ekologi Sosial, Dr. Roni Lukum, S.Pd., M.Sc., menegaskan bahwa persoalan lingkungan tidak dapat dilihat secara parsial, melainkan harus dipahami melalui hubungan antara perilaku masyarakat, kebijakan pemerintah, dan keberlanjutan ekosistem.

“Mahasiswa tidak cukup hanya mampu mengidentifikasi persoalan lingkungan, tetapi juga harus mampu mengkaji akar masalah, menganalisis kebijakan yang berlaku, dan menyusun rekomendasi berbasis data,” ujarnya.

Pandangan tersebut diperkuat oleh Saleh Al Hamid, S.IP., M.A., yang menilai bahwa efektivitas pengelolaan lingkungan sangat bergantung pada kualitas implementasi kebijakan serta sinergi multipihak.

Menurutnya, riset mahasiswa memiliki nilai strategis karena menghadirkan gambaran empiris dari kondisi lapangan yang dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan publik.

Sementara itu, Ketua Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan, Dr. Ramli Mahmud, S.Pd., M.A., menilai kegiatan riset seperti ini merupakan bentuk konkret implementasi pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), di mana mahasiswa didorong untuk menghasilkan luaran akademik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui pendekatan research-based learning, FIS UNG berupaya membangun kultur akademik yang menempatkan riset sebagai fondasi utama pembelajaran. Model ini mendorong mahasiswa untuk aktif melakukan observasi, mengolah data, berpikir kritis, dan merumuskan solusi berbasis bukti ilmiah.

Komitmen tersebut sekaligus menegaskan peran FIS UNG sebagai institusi akademik yang tidak hanya menghasilkan lulusan berbekal teori, tetapi juga calon intelektual yang mampu berkontribusi terhadap penyelesaian persoalan strategis daerah, khususnya dalam bidang kebijakan publik, lingkungan hidup, dan pembangunan berkelanjutan.

Sumber : Prodi IHK

Agenda

22 Mei 2024

Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial

Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial

17 Januari 2024

Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud

kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"

17 Januari 2023

Pelaksana Upacara KORPRI

FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG

4 - 5 Desember 2022

Tracer Study dengan Temu Alumni

Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022