
FIS.UNG, Media Center – Sebanyak puluhan mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi semester tiga melakukan kunjungan studi lapangan ke stasiun televisi digital, Memoza TV. Kegiatan ini merupakan implementasi dari mata kuliah Komunikasi Massa untuk memberikan pemahaman praktis mengenai operasional media di era konvergensi.
Kunjungan dirancang sebagai pendekatan learning by doing. Pasca-kunjungan, mahasiswa ditantang untuk menghasilkan esai analitis yang mendalam, bukan sekadar laporan perjalanan.
Reno Limonu, Koordinator Produksi Memoza TV, menyambut positif inisiatif ini. “Kami sangat terbuka untuk berbagi pengetahuan dengan calon profesional media. Ini kesempatan menunjukkan bagaimana sebuah konten lahir, dari ide di ruang redaksi hingga sampai ke genggaman audiens,” ujarnya. Ia berharap mahasiswa dapat melihat dinamika dan tantangan riil dalam memproduksi konten yang cepat, akurat, dan menarik.
Di lokasi, mahasiswa berinteraksi langsung dengan para profesional, termasuk tim wartawan redaksi dan editor. Interaksi ini diharapkan memberikan gambaran nyata tentang pembagian tugas dan alur kerja di ruang redaksi.

Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Massa, Ramansyah, S.Sos., M.I.Kom., menegaskan pentingnya kegiatan ini. “Dalam dunia media yang berubah cepat, textbook saja tidak cukup. Kunjungan ini menjadi jembatan antara teori konvergensi media di kelas dengan realitas di lapangan,” paparnya. Ia berharap mahasiswa mampu menganalisis strategi, tantangan bisnis, dan inovasi yang dilakukan media digital.
Dalam laporannya nanti, mahasiswa dituntut menganalisis aspek-aspek krusial Memoza TV, seperti positioning, target audiens, model bisnis, alur produksi konten, dan penerapan konvergensi media.

Untuk memastikan kunjungan efektif, mahasiswa melakukan persiapan intensif, termasuk mengeksplorasi platform Memoza TV seperti YouTube, Instagram, dan TikTok, serta menyusun daftar pertanyaan kritis.
Laporan akhir akan dinilai berdasarkan kedalaman analisis dan kemampuan menghubungkan temuan lapangan dengan teori komunikasi massa. Selain bagian analitis, mahasiswa juga harus melampirkan dokumentasi dan ringkasan wawancara.

Tugas ini diharapkan mampu mencetak lulusan yang tidak hanya paham teori, tetapi juga siap menghadapi kompleksitas dunia media digital sesungguhnya.
Penulis : Ramansyah