Dukung Kebijakan Merdeka Belajar, FIS UNG Gelar Workshop Kampus Merdeka

Oleh: Kurniadi K. Hasan . 6 Juli 2020 . 19:00:00

Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo mengadakan Workshop “Revitalisasi Kurikulum Merdeka Belajar – Kampus Merdeka”, Senin (6/7/2020). Kegiatan ini dilaksanakan di Aula FIS UNG dan dihadiri oleh Pimpinan Fakultas, Jurusan, Program Studi serta seluruh Dosen yang ada di lingkungan FIS.

Workshop ini digelar untuk menyikapi Kebijakan “Merdeka Belajar” yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim.

Menurut Wakil Dekan Bidang Akademik FIS Dr. Rahmatiah, M.Si, kegiatan Workshop ini merupakan tindak lanjut dari konsep Merdeka Belajar.

“Jadi Workshop tadi yakni Kebijakan Kampus Merdeka dimana itu merupakan lanjutan dari konsep merdeka belajar” tuturnya.

Lebih lanjut Rahmatia mengungkapkan bahwa dalam penerapan merdeka belajar ada beberapa pola yang akan diberlakukan di UNG.

“Ada beberapa pola,  tapi pola yang disepakati itu akan diberlakukan di UNG, yakni 5-1-2 dan juga empat semester, 4-1-2-1. Jadi, ada dua pola itu yang akan berlaku” imbuhnya.

Dia menjelasakan arti dari pola tersebut yakni, pola 4-1-2-1 adalah 4 semester dalam Program Studi (Prodi), 1 semester di Prodi yang berbeda tetapi, di dalam perguruan tinggi UNG, 2 Prodi di luar perguruan tinggi (bisa saja di perguruan tinggi yang berbeda dan bisa saja di industri dan dinas dinas), dan 1 kembali ke Prodi masing-masing untuk menyelesaikan tugas besar skripsi.

“Seperti itu pola 4-1-2-1. Jadi ada dua yang belajar di perguruan tinggi yang berbeda. Misalnya, mahasiswa UNG akan bisa belajar di perguruan tinggi lain. Contoh di UGM, UNM. Itu bisa memilih program studinya” ungkapnya.

Rahmatia juga menjelaskan bahwa Kampus Merdeka tidak dipaksakan untuk mahasiswa, karena sifatnya opsional. Jadi pilihan ada pada mahasiswa dan program studi wajib menyediakan paket program merdeka belajar.

“Prodi wajib menyediakan paket merdeka belajar untuk mahasiswa. Dan tidak dipaksakan untuk mahasiswa serta tidak ada sanksi untuk mahasiswa jika tidak memilihnya. Tetapi, Prodi bisa mendapat sanksi. Karena, bisa saja kalau ada hiba-hiba, tidak bisa mendapatkan hiba. Karena, tidak di anggap kompotetif di dalam melaksanakan tupoksinya sebagai prodi” ujar Rahmatia.

Ia pun menegaskan paket kampus merdeka tidak sembarangan dipilih mahasiswa Karena ada ketentuan dan persyaratan yang harus di penuhi. Seperti, harus memenuhi 75 Satuan Kredit Semester (SKS).

“Ini merupakan program smester 5,6, dan 7. Jadi di FIS, akan kami berlakukan di semester 7” pungkasnya.

Agenda

30 Juni 2020

Webinar Nasional

Dilema Pilkada di tengah Covid-19

23 Juni 2020

Webinar Nasional

Apa yang Normal di Era New Normal

14 Februari 2020

Pelantikan Pengurus Ormawa FIS

SENMA FIS, HMJ, HMPS, LDF & Mapala

31 Januari 2020

Diskusi dan Nonton Bareng

Perempuan di Ruang Domestik dan Publik