
FIS.UNG, Media Center – Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 yang didanai melalui skema BIMA berhasil mengembangkan lima inovasi mainan edukatif berbahan dasar limbah plastik rumah tangga. Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mengintegrasikan pengelolaan sampah, kreativitas masyarakat, dan pengembangan media pembelajaran bagi anak usia dini.
Program pengabdian bertajuk “Inovasi Kriya Mainan Edukatif Daur Ulang Plastik Rumah Tangga bagi Anak Usia Dini” ini dilaksanakan melalui kolaborasi dosen lintas fakultas Universitas Negeri Gorontalo bersama Komunitas Tanggidaa Grup Kota Gorontalo sebagai mitra pemberdayaan masyarakat.
Tim pengabdian diketuai oleh Wira Pratama Rumambie, S.Ds., M.Ds., dosen Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial UNG, dengan anggota Siti Mayasari Pakaya, S.Sos., M.I.Kom., dosen Ilmu Komunikasi FIS UNG, serta Sri Rawanti, S.Pd., M.Pd., dosen Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Fakultas Ilmu Pendidikan UNG.
Ketua tim pengabdian, Wira Pratama Rumambie, menjelaskan bahwa program ini berangkat dari persoalan limbah plastik rumah tangga yang masih menjadi tantangan lingkungan, sekaligus kebutuhan terhadap media pembelajaran kreatif dan interaktif bagi anak usia dini.
Menurutnya, limbah plastik memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih bernilai apabila dipadukan dengan pendekatan desain kriya dan konsep pendidikan yang tepat.
“Melalui program ini, kami ingin menunjukkan bahwa limbah plastik rumah tangga tidak selalu berakhir sebagai sampah. Dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, material tersebut dapat dikembangkan menjadi produk edukatif yang memiliki manfaat bagi anak-anak sekaligus membuka peluang ekonomi kreatif bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelaksanaannya, tim pengabdian menerapkan sejumlah tahapan, mulai dari sosialisasi dan identifikasi kebutuhan mitra, pengolahan limbah plastik, perancangan desain produk, produksi dan pendampingan, hingga diseminasi hasil program.
Melalui proses tersebut, tim bersama komunitas mitra berhasil menghasilkan lima jenis mainan edukatif, yakni papan alfabet edukatif, papan angka magnetik, puzzle bentuk geometri, dan kotak permainan edukatif.

Kelima produk tersebut dikembangkan dengan fungsi pembelajaran yang berbeda. Papan alfabet digunakan sebagai media pengenalan huruf, papan angka magnetik untuk mengenalkan angka dan aktivitas berhitung sederhana, puzzle geometri membantu anak mengenali bentuk dan warna, sedangkan kotak permainan edukatif dirancang untuk aktivitas pencocokan bentuk serta stimulasi koordinasi motorik.
Wira menambahkan bahwa pengembangan produk tidak hanya menitikberatkan pada bentuk visual, tetapi juga mempertimbangkan fungsi edukatif, kemudahan penggunaan, dan potensi pengembangan produk secara berkelanjutan.
“Kami tidak hanya ingin menghasilkan mainan dari bahan daur ulang, tetapi juga mengembangkan media yang memiliki nilai pembelajaran. Karena itu, pendekatan desain dan pendidikan anak usia dini menjadi bagian penting dalam proses perancangan produk bersama mitra,” tambahnya.
Kolaborasi lintas disiplin ilmu menjadi salah satu kekuatan dalam pelaksanaan program tersebut. Bidang komunikasi dan desain berkontribusi dalam pengembangan konsep visual, kreativitas produk, serta penyampaian informasi, sedangkan bidang pendidikan anak usia dini memperkuat orientasi pembelajaran melalui aktivitas bermain.
Selain menghasilkan produk, kegiatan pengabdian ini juga diarahkan pada peningkatan keterampilan Komunitas Tanggidaa Grup dalam mengolah material plastik, merancang produk kriya, dan mengembangkan potensi kreativitas yang dapat menjadi peluang usaha berbasis ekonomi kreatif.
Sebagai bagian dari diseminasi hasil program, tim pengabdian turut melibatkan sejumlah lembaga pendidikan anak usia dini, yakni TK Sukma Bangsa, TK Damhil DWP UNG, dan TK Agropolitan. Keterlibatan lembaga pendidikan tersebut menjadi langkah untuk memperkenalkan pemanfaatan produk kriya daur ulang sebagai alternatif media pembelajaran yang kreatif dan ramah lingkungan.



Dari sisi kebermanfaatan, program PISN 2026 memiliki tiga orientasi utama, yakni pemanfaatan kembali limbah plastik untuk mendukung kepedulian lingkungan, pengembangan media pembelajaran kreatif bagi anak usia dini, serta pemberdayaan komunitas melalui peluang pengembangan produk kriya.
Meski telah menghasilkan lima jenis produk, tim pengabdian juga menempatkan peningkatan kualitas dan keamanan produk sebagai agenda pengembangan berikutnya. Langkah tersebut mencakup penyempurnaan desain, peningkatan kapasitas produksi mitra, serta perluasan kerja sama dengan lembaga pendidikan anak usia dini.
Keberhasilan pengembangan produk ini menjadi langkah awal dalam membangun model pemberdayaan masyarakat yang menghubungkan inovasi material, desain produk, dan kebutuhan pendidikan anak usia dini. Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendekatan pengabdian berbasis kolaborasi dapat menghasilkan solusi kreatif terhadap persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat.
Di akhir pelaksanaan program, Ketua Tim Pengabdian, Wira Pratama Rumambie, S.Ds., M.Ds., bersama anggota tim, Siti Mayasari Pakaya, S.Sos., M.I.Kom., dan Sri Rawanti, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, atas dukungan pendanaan melalui Program Inovasi Seni Nusantara Tahun 2026. Dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan, pengembangan inovasi kriya, serta pencapaian luaran program pengabdian kepada masyarakat.
Tim pengabdian juga menyampaikan terima kasih kepada Universitas Negeri Gorontalo, Komunitas Tanggidaa Grup sebagai mitra pelaksana, serta TK Sukma Bangsa, TK Damhil DWP UNG, dan TK Agropolitan yang telah mendukung pelaksanaan program. Kolaborasi ini diharapkan tidak berhenti pada pengembangan lima produk mainan edukatif, tetapi terus berlanjut melalui peningkatan kualitas produk, penguatan kapasitas komunitas, serta perluasan pemanfaatan inovasi kriya daur ulang plastik sebagai media pembelajaran bagi anak usia dini.
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022