
FIS.UNG, Media Center – Kemudahan berbagi aktivitas sehari-hari melalui Facebook ternyata menyimpan persoalan privasi yang perlu mendapat perhatian. Penelitian mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (FIS UNG) menemukan bahwa penggunaan Facebook oleh ibu rumah tangga tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan memperoleh informasi, tetapi juga mendorong keterbukaan informasi pribadi yang dalam kondisi tertentu berpotensi menimbulkan konflik sosial.
Temuan tersebut diperoleh Tissa Anatasya Paputungan, mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FIS UNG, melalui skripsi berjudul “Manajemen Privasi Komunikasi Pengguna Facebook (Studi Deskriptif pada Ibu Rumah Tangga di Desa Lolanan Kecamatan Sangtombolang)”.
Penelitian tersebut berangkat dari perubahan pola komunikasi masyarakat seiring berkembangnya media sosial. Facebook memungkinkan penggunanya membagikan informasi, pengalaman, aktivitas, maupun ekspresi pribadi kepada orang lain. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan mengenai sejauh mana seseorang perlu membuka atau membatasi informasi tentang dirinya di ruang digital.
Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif, Tissa melakukan wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap lima informan yang dipilih secara purposive di Desa Lolanan, Kecamatan Sangtombolang. Penelitian difokuskan untuk memahami dinamika penggunaan Facebook, penerapan manajemen privasi komunikasi, serta faktor yang memengaruhi keputusan pengguna dalam membuka maupun membatasi informasi pribadi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook memiliki fungsi yang cukup beragam bagi ibu rumah tangga. Selain digunakan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi, platform tersebut menjadi ruang ekspresi diri yang mendorong pengguna membagikan berbagai informasi mengenai kehidupan pribadi mereka.
Namun, penelitian menemukan bahwa pengelolaan privasi komunikasi belum dilakukan secara optimal. Masih terdapat pengungkapan informasi yang bersifat sensitif tanpa melalui pertimbangan yang matang mengenai siapa yang dapat mengakses informasi tersebut maupun konsekuensi yang mungkin muncul setelah informasi dibagikan.
Keputusan untuk membuka atau membatasi informasi pribadi juga tidak berdiri sendiri. Penelitian mengidentifikasi sejumlah faktor yang memengaruhinya, meliputi budaya, gender, motivasi individu, konteks sosial, serta pertimbangan antara risiko dan manfaat ketika membagikan informasi melalui Facebook.
Temuan menarik lainnya adalah munculnya turbulensi batas privasi. Kondisi ini terjadi ketika pengelolaan informasi pribadi tidak berjalan sebagaimana yang diharapkan sehingga informasi yang telah dibagikan berpotensi memunculkan persoalan dalam hubungan sosial. Dampaknya tidak hanya dapat terjadi di ruang daring, tetapi juga terbawa ke dalam interaksi masyarakat di kehidupan nyata.
Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa persoalan literasi digital tidak cukup hanya berkaitan dengan kemampuan menggunakan perangkat dan mengakses media sosial. Masyarakat juga perlu memiliki pemahaman mengenai privasi komunikasi, termasuk kemampuan menentukan informasi yang layak dibagikan, memahami audiens yang dapat mengaksesnya, serta mempertimbangkan konsekuensi sebelum informasi pribadi dipublikasikan.
Melalui penelitian ini, Tissa menekankan pentingnya peningkatan kesadaran dan literasi digital bagi pengguna media sosial, khususnya dalam mengelola informasi pribadi. Kemampuan menetapkan batas privasi menjadi semakin penting di tengah penggunaan media sosial yang telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Penelitian mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi FIS UNG tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya kajian komunikasi digital dalam membaca perubahan perilaku masyarakat. Temuan mengenai pengelolaan privasi diharapkan dapat menjadi pengetahuan bagi masyarakat untuk menggunakan media sosial secara lebih sadar, bijak, dan bertanggung jawab tanpa mengabaikan perlindungan terhadap informasi pribadi.
Link e-Skripsi
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022