Rektor UNG Soroti Pentingnya Penyamaan Persepsi HAM di Tengah Keberagaman Indonesia

Oleh: Wira Pratama Rumambie . 2 April 2026 . 10:41:31

FIS.UNG, Media Center – Rektor Eduart Wolok menegaskan pentingnya penyamaan perspektif mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) dalam kegiatan sosialisasi peningkatan kapasitas HAM di Provinsi Gorontalo, Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Menteri HAM natulius pagai serta jajaran pemerintah daerah dan civitas akademika, Rabu (1/4/2026).

Dalam sambutannya, Rektor menyampaikan apresiasi atas kehadiran Menteri HAM yang dinilai memiliki tugas berat dalam konteks keberagaman Indonesia. Menurutnya, Indonesia yang memiliki lebih dari 500 suku dan bahasa menghadirkan tantangan besar dalam menyamakan pemahaman tentang HAM.

“Memberikan perspektif yang sama terkait pemahaman HAM di negara dengan keberagaman seperti Indonesia bukanlah pekerjaan yang mudah,” ujar Rektor.

Ia menjelaskan bahwa perbedaan budaya kerap memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap suatu tindakan. Dalam kehidupan sehari-hari, ungkapan atau cara berinteraksi yang dianggap wajar dan akrab di suatu daerah, khususnya di Indonesia Timur, bisa saja ditafsirkan sebagai bentuk intimidasi atau pelanggaran HAM di wilayah lain.

Karena itu, Rektor menilai kegiatan sosialisasi seperti ini sangat penting untuk membangun kesamaan persepsi, khususnya di kalangan mahasiswa dan pelajar.

Lebih lanjut, Rektor juga menyampaikan kebanggaannya karena Universitas Negeri Gorontalo dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan tersebut. Ia melaporkan bahwa jumlah mahasiswa aktif UNG saat ini mencapai sekitar 21.500 orang pada semester genap, dan dapat meningkat hingga 26–27 ribu mahasiswa setiap tahun ajaran baru.

Selain itu, UNG juga telah menerima sekitar 2.000 mahasiswa baru melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) pada tahap pertama tahun ini. Rektor yang juga menjabat sebagai ketua penyelenggara SNBP nasional mengungkapkan bahwa dirinya baru tiba di Gorontalo usai menghadiri konferensi pers pengumuman hasil seleksi.

Dalam kesempatan tersebut, Rektor turut menyoroti keberadaan mahasiswa asing di UNG, khususnya dari Timor Leste. Ia menyebut hal ini sebagai kebanggaan tersendiri, terutama karena mahasiswa asal Timor Leste menggunakan bahasa Indonesia dalam kegiatan akademik.

UNG juga diketahui memiliki program pengembangan bahasa Indonesia di Timor Leste, termasuk hingga tingkat sekolah menengah atas (SMA). Program ini melibatkan dosen UNG dalam upaya memperluas penggunaan bahasa Indonesia di negara tersebut.Kegiatan sosialisasi ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai HAM serta memperkuat kesadaran akan pentingnya toleransi di tengah keberagaman budaya Indonesia.

Penulis : Saad Lintang

Informasi

Agenda