
FIS.UNG, Media Center - Ancaman cyber grooming terhadap anak dan remaja di ruang digital menjadi perhatian dalam kegiatan sosialisasi literasi digital bertajuk “Click Before You Trust” di SMKN 2 Gorontalo, Senin (05/10/26).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai keamanan digital, khususnya dalam mengenali pola manipulasi psikologis atau child grooming yang dapat terjadi melalui interaksi di media sosial.
Tim pengabdian dalam kegiatan ini terdiri dari La Here Kaharfin selaku ketua tim, bersama sejumlah dosen, yakni Feni Mariana, Wira Pratama Rumambie, dan Siti Mayasari Pakaya. Tim tersebut juga melibatkan dua mahasiswa, yaitu Ismail Husin dan Wahyu Tri Hidayat.
Melalui kegiatan ini, siswa dibekali pemahaman mengenai cara mengenali berbagai modus pendekatan yang berpotensi mengarah pada cyber grooming, sekaligus langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi interaksi digital yang mencurigakan.
Ketua Tim Pengabdian, La Here Kaharfin, mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah untuk membentuk proteksi dini bagi siswa agar lebih mampu mengenali ancaman di ruang digital.
“Tujuan utama kegiatan kami adalah membentuk proteksi dini siswa. Kami ingin mereka mengenali modus manipulasi psikologis atau *child grooming* yang kerap tersembunyi di balik interaksi media sosial,” ujar La Here.
Menurutnya, literasi mengenai cyber grooming penting diberikan kepada remaja karena pelaku dapat membangun kedekatan dan kepercayaan dengan korban melalui komunikasi digital sebelum melakukan tindakan yang lebih jauh.
Selain proteksi dini, kegiatan pengabdian tersebut juga mendorong terbentuknya sistem pelaporan mandiri di lingkungan sekolah.

La Here menambahkan, siswa maupun warga sekolah perlu mengetahui ke mana harus melapor ketika menemukan atau mengalami indikasi kejahatan siber.
“Kami ingin memastikan seluruh warga sekolah, terutama siswa, tidak merasa takut atau bingung. Mereka harus tahu ke mana harus melapor secara aman jika melihat atau mengalami indikasi kejahatan siber ini,” katanya.
Ia berharap kegiatan pengabdian tersebut dapat melahirkan generasi digital yang lebih kritis, cerdas, dan tidak mudah dimanipulasi di ruang digital.
“Kami berharap siswa-siswi SMK Negeri 2 Gorontalo tumbuh menjadi pelopor internet sehat yang cerdas, tidak mudah dimanipulasi, dan mampu menjaga ruang digital yang aman bagi diri sendiri serta teman sebaya mereka,” tuturnya.

La Here juga menegaskan bahwa perlindungan anak di era digital tidak dapat hanya dibebankan kepada pihak sekolah. Menurutnya, diperlukan keterlibatan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi generasi muda.
“Kami berharap sosialisasi ini menjadi pemantik sinergi yang lebih erat antara pihak sekolah, orang tua, aparat penegak hukum, dan media massa untuk bersama-sama membentengi masa depan generasi muda di Gorontalo dari ancaman predator online,” pungkasnya.
Melalui program pengabdian tersebut, siswa diharapkan tidak hanya mampu memanfaatkan teknologi dan media sosial, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kritis sebelum mempercayai seseorang, membagikan informasi pribadi, maupun merespons ajakan dari orang yang dikenal melalui ruang digital.
Penulis : Ismail Husin
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022