
FIS.UNG, Media Center – Dr. Mohammad Reza, M.I.Kom., ditetapkan sebagai salah satu anggota Dewan Pengawas Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) masa jabatan 2026–2031.
Penetapan tersebut merupakan hasil kesepakatan Komisi VII DPR RI dalam proses pemilihan calon anggota Dewan Pengawas LPP RRI. Mohammad Reza tercatat sebagai calon dari unsur pemerintah dan memperoleh 26 suara.
Berdasarkan hasil penetapan, lima calon yang disepakati sebagai anggota Dewan Pengawas LPP RRI periode 2026–2031 yakni Soleman Yusuf dari unsur RRI dengan 26 suara, Bara Ilyasa dari unsur masyarakat dengan 26 suara, Widiarsi Agustina dari unsur masyarakat dengan 26 suara, Mohammad Reza dari unsur pemerintah dengan 26 suara, serta Margaretta Fajar Kurnia Putri dari unsur masyarakat dengan 25 suara.
Keterpilihan Mohammad Reza mendapat apresiasi dari kalangan akademisi Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dr. Noval Sufriyanto Talani, S.Sn., M.Ds., M.Si., selaku Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kerja Sama dan Humas UNG, menyampaikan ucapan selamat atas amanah baru yang dipercayakan kepada Mohammad Reza.
“Selamat atas keterpilihannya menjadi Dewas LPP RRI. Semoga sehat dan sukses selalu, Ketua, dalam menjalankan amanah barunya,” ujar Noval.
Menurut Noval, posisi tersebut tidak hanya menjadi pencapaian personal, tetapi juga berpotensi memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kelembagaan dan akademik, khususnya di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UNG.
Ia berharap pengalaman dan posisi Mohammad Reza sebagai Dewan Pengawas LPP RRI dapat membuka ruang kontribusi yang lebih luas bagi penguatan Indikator Kinerja Utama (IKU) FIS UNG, termasuk mendukung proses pengembangan dan peningkatan mutu Program Studi Sarjana Ilmu Komunikasi.
“In syaa Allah jabatannya bisa berkontribusi untuk IKU FIS dan akreditasi Prodi Sarjana Ilmu Komunikasi mendatang,” kata Noval.

Dewan Pengawas LPP RRI memiliki posisi strategis dalam mengawal penyelenggaraan lembaga penyiaran publik agar tetap menjalankan fungsi pelayanan informasi kepada masyarakat secara profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Bagi dunia akademik, keterlibatan praktisi dan akademisi komunikasi dalam lembaga penyiaran publik juga dinilai dapat memperkuat hubungan antara perguruan tinggi, industri media, dan institusi penyiaran. Kolaborasi tersebut diharapkan membuka peluang pengembangan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta peningkatan kompetensi mahasiswa di bidang komunikasi dan penyiaran.
Keterpilihan Mohammad Reza untuk masa jabatan 2026–2031 sekaligus menjadi catatan penting bagi Gorontalo dalam kiprah nasional di bidang penyiaran dan komunikasi publik.
Penulis : Ramansyah
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022