Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNG Uji Kemampuan Organisasi Lewat Pameran Komunitas

Oleh: Wira Pratama Rumambie . 14 Oktober 2026 . 14:02:37

FIS.UNG, Media Center — Mahasiswa semester tiga Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) mengubah ujian tengah semester (UTS) mata kuliah Komunikasi Organisasi menjadi ajang praktik. Melalui Komunitas Expo Mahasiswa, Selasa (13/10/2026), mereka menampilkan gagasan komunitas, layanan kreatif, hingga produk olahan sampah.

Kegiatan ini dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa menerapkan teori komunikasi organisasi dalam praktik, terutama dalam membagi tugas, membangun kerja sama, mengelola dinamika kelompok, dan memperkenalkan identitas komunitas kepada publik.

Dosen pengampu mata kuliah Komunikasi Organisasi, Mirnawati Ahaya, mengatakan kegiatan tersebut memberi mahasiswa pengalaman awal dalam kepemimpinan dan pengelolaan organisasi.

“Melalui Komunitas Expo ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi UNG sedang belajar menjadi pemimpin dan pengelola organisasi yang andal di masa depan,” ujar Mirnawati.

Menurut dia, ujian tidak semestinya berhenti pada kemampuan mahasiswa menjawab pertanyaan tertulis. Mereka juga perlu menunjukkan kemampuan bekerja sama, membagi tanggung jawab, dan menghadapi persoalan yang muncul dalam kelompok.

“Melainkan lewat bagaimana mereka berkolaborasi, berbagi tugas, mengelola dinamika kelompok, dan mengomunikasikan identitas komunitas mereka kepada publik luas,” katanya.

Mirnawati menilai inti kegiatan ini bukan semata-mata produk yang dipamerkan, melainkan proses yang berlangsung di baliknya. Mahasiswa dituntut menerjemahkan teori di ruang kelas menjadi tindakan, termasuk mengelola konflik internal, menyamakan persepsi, dan membangun budaya kelompok yang solid.

“Pengalaman seperti inilah yang akan menjadi modal berharga dan membedakan mereka ketika terjun ke industri profesional setelah lulus nanti,” kata Mirnawati.

Ketua Tingkat Ilmu Komunikasi UNG semester tiga, L. Tauriva Nurhakim Dwi Rustam, mengatakan mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok dengan konsep komunitas yang berbeda.

Kelompok pertama menawarkan layanan rias wajah yang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi. Kelompok ketiga dan keempat mengembangkan komunitas kerajinan tangan. Sementara itu, kelompok kedua berkolaborasi dengan komunitas Tanggida’ untuk mengolah sampah menjadi gantungan kunci dan produk kreatif lainnya.

Ragam kegiatan tersebut memperlihatkan pendekatan berbeda dalam mengembangkan komunitas, mulai dari menawarkan jasa hingga mengolah bahan bekas menjadi produk bernilai guna.

Salah seorang pengunjung, Salsyabila, mengaku tertarik dengan konsep pameran yang dinilainya seru dan kreatif. Stan face painting menjadi pilihan favoritnya.

“Menurut saya itu bisa membuat kita tambah cantik,” ujar Salsyabila.

Ia berharap layanan face painting dapat dikembangkan dengan ide yang lebih kreatif dan cakupan layanan yang lebih luas.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan hasil kerja kelompok, tetapi juga berhadapan langsung dengan tantangan mengelola kegiatan dan menarik perhatian pengunjung. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran komunikasi organisasi sebelum mereka memasuki dunia profesional.

Penulis : Ramansyah

Agenda

22 Mei 2024

Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial

Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial

17 Januari 2024

Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud

kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"

17 Januari 2023

Pelaksana Upacara KORPRI

FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG

4 - 5 Desember 2022

Tracer Study dengan Temu Alumni

Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022