
FIS.UNG, Media Center — Perubahan signifikan terjadi pada pola hidup mahasiswa di Gorontalo seiring perkembangan era digital. Hasil pengamatan lapangan yang dilakukan oleh mahasiswa menunjukkan adanya pergeseran gaya hidup yang semakin adaptif, produktif, dan ekonomis. Jumat, (1/5/2026)
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas mata kuliah jurnalisme dasar, di mana mahasiswa jurusan ilmu komunikasi melaksanakan praktikum dengan turun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi dan pengumpulan data. Kelompok 2 yang terlibat dalam kegiatan ini terdiri dari Falisa Ma’ruf, Darmaliana Pua, Dwi Sintia Akab, dan Axcel Lasimpala.
Mahasiswa kini tidak lagi menjadikan kafe besar sebagai pusat aktivitas sosial. Sebaliknya, kedai kopi sederhana di sekitar kampus dan ruang terbuka menjadi pilihan utama. Tempat tersebut tidak hanya berfungsi sebagai lokasi bersantai, tetapi juga berkembang menjadi ruang diskusi akademik, aktivitas organisasi, hingga kolaborasi kreatif.
Data survei menunjukkan sekitar 65 persen mahasiswa lebih memilih nongkrong di kedai kopi kampus dibandingkan kafe besar. Selain itu, 72 persen mahasiswa menghabiskan lebih dari empat jam per hari untuk aktivitas digital, seperti mengakses media sosial, pembelajaran daring, hingga menjalankan usaha kecil berbasis online.
Dominasi konsumsi digital ini turut memengaruhi cara mahasiswa beradaptasi terhadap tekanan ekonomi. Sebanyak 58 persen mahasiswa aktif memanfaatkan aplikasi promo makanan dan transportasi sebagai strategi penghematan. Kondisi ini tidak terlepas dari dampak inflasi yang dirasakan meskipun biaya hidup di Gorontalo relatif terjangkau.
Salah satu mahasiswa mengungkapkan bahwa gaya hidup hemat bukan berarti membatasi kesenangan, melainkan bentuk kecerdasan dalam mengelola keuangan. Pernyataan tersebut mencerminkan sikap realistis generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi di era digital.
Fenomena ini juga tergambar dari kisah mahasiswa yang memanfaatkan platform digital untuk membangun komunitas, sekaligus mencari hiburan. Di sisi lain, strategi berbagi tempat tinggal menjadi pilihan untuk menekan biaya hidup selama masa perkuliahan.
Secara keseluruhan, perubahan pola hidup mahasiswa di Gorontalo menunjukkan kecenderungan menuju keseimbangan baru antara kebutuhan sosial, akademik, dan ekonomi. Gaya hidup digital yang dipadukan dengan prinsip hemat dan produktivitas dinilai menjadi strategi penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
Hasil liputan ini kemudian dipresentasikan oleh mahasiswa jurusan ilmu komunikasi di ruang kelas perkuliahan pada Senin lalu, sebagai bagian dari evaluasi praktik jurnalistik berbasis data dan observasi lapangan.
Penulis : Ramansyah