
FIS.UNG, Media Center - Mahasiswa magang Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo yang ditempatkan pada bidang Humas Polda Gorontalo mengikuti konferensi pers terkait penemuan sebuah kapal yang diduga mengangkut bahan berbahaya jenis sianida, yang terdampar di wilayah perairan Gorontalo Utara. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolda Gorontalo dan dihadiri oleh jajaran kepolisian serta awak media, Jumat (1/5/2026).
Dalam konferensi pers tersebut, pihak kepolisian menyampaikan bahwa kapal tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat dalam kondisi tidak berawak. Temuan ini kemudian dilaporkan kepada aparat berwenang untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan sejumlah kontainer yang diduga berisi bahan kimia berbahaya berupa sianida.
Kabid Humas Polda Gorontalo menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait asal-usul kapal, kepemilikan, serta tujuan pengangkutan bahan tersebut. Polisi juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait, termasuk pihak karantina dan lingkungan hidup, guna memastikan potensi risiko yang dapat ditimbulkan terhadap masyarakat dan ekosistem sekitar.
“Kami masih melakukan penyelidikan intensif. Prioritas kami adalah memastikan keamanan masyarakat serta mengantisipasi dampak lingkungan dari muatan yang ditemukan,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangannya.
Sementara itu, kehadiran mahasiswa magang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran lapangan, khususnya dalam memahami praktik kehumasan kepolisian dan peliputan isu-isu strategis. Para mahasiswa terlihat aktif menyimak jalannya konferensi pers serta mencatat poin-poin penting yang disampaikan narasumber.
Kasus ini menjadi perhatian serius mengingat sianida merupakan zat beracun yang berpotensi membahayakan jika tidak ditangani dengan tepat. Aparat kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mendekati lokasi penemuan kapal hingga proses evakuasi dan pengamanan dinyatakan selesai.
Hingga berita ini diturunkan, penyelidikan masih terus berlangsung dan pihak berwenang berjanji akan menyampaikan perkembangan terbaru kepada publik secara transparan.
Penulis : Ramansyah