
FIS.UNG, Media Center - Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (FIS UNG) melalui Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan (IHK), Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), kembali menegaskan komitmennya dalam membangun sinergi antara akademisi dan masyarakat. Bertempat di SMKN 5 Kota Gorontalo, dosen dan mahasiswa melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat dengan mengusung tema “Membangun Kesadaran Multikultural bagi Siswa.” (17/09/2025)
Tema ini dipilih sebagai jawaban atas pentingnya pendidikan multikultural dalam menghadapi dinamika global. Multikulturalisme dipandang sebagai pondasi utama bagi generasi muda untuk tumbuh menjadi warga negara yang terbuka, toleran, dan siap menghadapi keberagaman.
Kegiatan ini menghadirkan dosen pembimbing lapangan (DPL) yakni Dr. Roni Lukum, S.Pd., M.Sc, dan Abd. Firman Bunta, S.Pd., M.Pd., bersama mahasiswa PPKn. Kolaborasi ini menjadi bentuk nyata integrasi antara ilmu pengetahuan, keterampilan akademik, dan pengabdian sosial yang menjadi ciri khas praktik pendidikan kewarganegaraan di FIS UNG.

Dalam pemaparannya, Dr. Roni Lukum menekankan bahwa kesadaran multikultural bukan sekadar wacana, melainkan instrumen vital bagi penguatan integrasi sosial bangsa Indonesia. “Multikulturalisme adalah jantung bangsa ini. Jika siswa tidak dibekali dengan pemahaman dan sikap multikultural sejak dini, risiko disintegrasi akan semakin besar. Sekolah merupakan ruang paling strategis untuk menanamkan nilai ini,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Abd. Firman Bunta menegaskan bahwa pendidikan multikultural harus diwujudkan dalam praktik nyata kehidupan sehari-hari siswa. Menurutnya, keterampilan sosial seperti empati, penghargaan terhadap perbedaan, dan kolaborasi lintas latar belakang menjadi kunci terciptanya masyarakat yang damai. “Multikulturalisme bukan sekadar slogan, melainkan sikap hidup yang harus dibiasakan,” tegasnya.

Safawi Juwono S. Rintih, perwakilan mahasiswa, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini memberi pengalaman berharga dalam menerapkan ilmu di lapangan. “Kami belajar bahwa multikulturalisme bukan hanya pemahaman teoretis, melainkan praktik menciptakan interaksi sosial yang damai di tengah perbedaan. Pengalaman ini mengasah kemampuan kami untuk menjadi agen perubahan,” ujarnya penuh semangat.
Ia juga menambahkan bahwa mahasiswa PPKn memiliki tanggung jawab untuk menjadi pionir dalam menghadirkan paradigma kebinekaan yang produktif. Dengan hadir langsung di sekolah, mahasiswa tidak hanya menyalurkan ilmu, tetapi juga memberikan teladan nyata bagi generasi muda.

Melalui kegiatan ini, Jurusan IHK-PPKn FIS UNG meneguhkan perannya sebagai pusat pengembangan pendidikan kewarganegaraan yang berorientasi pada pengabdian sosial. Upaya membangun kesadaran multikultural di sekolah dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkokoh persatuan, menjaga integrasi nasional, dan menyiapkan generasi bangsa yang inklusif serta berdaya saing global.
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022