FIS UNG Gelar Kuliah Pakar Bahas Jejak Spanyol di Utara Nusantara

Oleh: Wira Pratama Rumambie . 21 Mei 2026 . 13:49:36

FIS.UNG, Media Center – Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) menggelar kuliah pakar bertema “Periode Spanyol di Utara Nusantara: Ekspansi, Aliansi, Kolonisasi” di Aula FIS UNG, Kamis (21/05/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan sejarawan dari Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Khairun Ternate, Nurachman Iriyanto, sebagai narasumber utama. Kuliah pakar diikuti oleh dosen dan mahasiswa yang antusias mendalami sejarah kawasan utara Nusantara, khususnya relasi antara Kerajaan Siau dan Spanyol di kawasan Laut Sulawesi pada periode 1581–1677.

Dalam pemaparannya, Nurachman menjelaskan bahwa hubungan antara Kerajaan Siau dan Spanyol merupakan salah satu bagian penting dari dinamika sejarah kawasan timur Indonesia yang masih menyimpan banyak ruang untuk diteliti. Menurutnya, relasi sejarah masa lalu tidak hanya menjadi bahan refleksi akademik, tetapi juga dapat menjadi inspirasi dalam membangun masa depan yang lebih baik.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial UNG, Zuchri Abdussamad, menegaskan bahwa kajian sejarah seperti ini penting untuk memperkaya pemahaman generasi muda terhadap perjalanan sejarah kawasan timur Indonesia, khususnya wilayah utara Sulawesi yang memiliki keterhubungan erat dengan berbagai kekuatan global pada masa lampau.

Menurut Dekan, sejarah tidak hanya berfungsi sebagai catatan masa lalu, tetapi juga menjadi fondasi dalam membangun kesadaran identitas dan karakter masyarakat di masa kini.

"Memori kolektif terkait sejarah kawasan utara Sulawesi perlu terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda, khususnya mahasiswa," ujarnya.

Melalui kuliah pakar ini, mahasiswa diajak untuk melihat sejarah dari perspektif yang lebih luas, termasuk memahami bagaimana interaksi antara kerajaan-kerajaan lokal dengan kekuatan asing turut membentuk dinamika politik, ekonomi, dan budaya di kawasan Nusantara.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen FIS UNG dalam memperkuat pengembangan kajian sejarah dan kebudayaan yang relevan dengan konteks lokal maupun regional.

Melalui forum ilmiah seperti ini, mahasiswa diharapkan semakin terdorong untuk menggali dan mengkaji sejarah kawasan sebagai bagian dari upaya menjaga warisan pengetahuan bagi generasi mendatang.

Penulis : Ismail Husin

Informasi

Agenda