
FIS.UNG, Media Center – Dua mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) berhasil mengikuti tahapan seleksi Pemilihan Duta Bahasa Provinsi Gorontalo tahun 2026.
Kedua mahasiswa tersebut yakni Wahyu Tegar Ramadan Daaliuwa dari Jurusan Administrasi Publik serta Alda Mustapa Ismail dari Jurusan Ilmu Hukum dan Kemasyarakatan (IHK). Keikutsertaan keduanya menjadi wujud kontribusi mahasiswa FIS UNG dalam mendukung penguatan literasi, pelestarian bahasa daerah, serta penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di kalangan generasi muda.
Saat ini, kedua mahasiswa tersebut tengah menjalani masa karantina bersama para finalis lainnya di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Gorontalo. Dalam tahapan karantina, para peserta memperoleh berbagai pembekalan mulai dari wawasan kebahasaan, pengembangan karakter, public speaking, hingga penguatan nilai budaya dan kepemimpinan.
Wahyu Tegar Ramadan Daaliuwa mengaku bersyukur dapat lolos hingga tahap karantina dan menjadi bagian dari finalis Duta Bahasa Provinsi Gorontalo tahun ini. Menurutnya, ajang tersebut bukan hanya kompetisi, tetapi juga ruang belajar untuk memahami pentingnya peran generasi muda dalam menjaga bahasa dan budaya daerah.
“Menjadi bagian dari Duta Bahasa adalah kesempatan yang sangat berharga bagi saya. Di sini kami belajar bagaimana menjadi generasi muda yang mampu mengutamakan bahasa Indonesia tanpa melupakan bahasa daerah sebagai identitas budaya,” ujar Wahyu, saat diwawancarai di Aula Dulohupa, Kantor BPMP, Rabu (20/05/26).
Sementara itu, Alda Mustapa Ismail, mengatakan bahwa pengalaman selama karantina memberikan banyak pelajaran baru, khususnya dalam membangun kemampuan komunikasi dan kepemimpinan. Ia berharap dapat membawa semangat literasi dan pelestarian bahasa kepada masyarakat, terutama kalangan anak muda di Gorontalo.
“Kami tidak hanya dibekali soal kebahasaan, tetapi juga bagaimana menjadi pribadi yang mampu memberikan pengaruh positif di lingkungan sekitar. Saya berharap bisa membawa semangat pelestarian bahasa daerah agar tetap dikenal dan digunakan oleh generasi muda,” ungkapnya.
Pemilihan Duta Bahasa merupakan program tahunan yang diselenggarakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo di bawah Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Kegiatan ini bertujuan mencetak generasi muda yang mampu menjadi teladan dalam penggunaan bahasa Indonesia, pelestarian bahasa daerah, serta penguasaan bahasa asing di era globalisasi.
Partisipasi mahasiswa FIS UNG dalam ajang tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi civitas akademika fakultas. Selain membawa nama baik kampus, keterlibatan mereka juga menunjukkan komitmen mahasiswa dalam menjaga identitas budaya dan memperkuat literasi di tengah perkembangan zaman.
Penulis : Ismail Husin