
FIS.UNG, Media Center – Prestasi akademik kembali ditorehkan oleh civitas akademika Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Gorontalo (UNG). Dua akademisi FIS UNG, Helman Manay, S.Pd., M.Hum. dan Dr. Rasid Yunus, S.Pd., M.Pd., berhasil memperoleh pendanaan melalui program Dana Abadi Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, melalui skema Dana Indonesia Raya Tahun 2026.
Helman Manay ditetapkan sebagai Ketua Tim, sementara Dr. Rasid Yunus menjadi anggota tim dalam program yang mengangkat judul “Revitalisasi dan Dokumentasi Ngambai sebagai Upaya Pelestarian Tradisi Penangkapan Ikan pada Masyarakat Bajo Torosiaje yang Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan.”
Program tersebut mengangkat isu pelestarian tradisi masyarakat Bajo di Torosiaje, khususnya praktik Ngambai yang berkaitan dengan tradisi penangkapan ikan. Selain mendokumentasikan warisan budaya, kegiatan ini diarahkan untuk mendorong upaya revitalisasi tradisi agar tetap hidup dan relevan di tengah perubahan sosial dan lingkungan.
Keberhasilan memperoleh pendanaan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi akademisi FIS UNG dalam menghubungkan kegiatan pendidikan dan penelitian dengan upaya pelestarian kebudayaan lokal. Tradisi masyarakat Bajo Torosiaje yang memiliki nilai sejarah, sosial, dan ekologis menjadi bagian penting dari kekayaan budaya yang perlu didokumentasikan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Pendekatan yang mengintegrasikan pelestarian budaya dengan prinsip ramah lingkungan juga menunjukkan pentingnya menjaga keberlanjutan tradisi masyarakat pesisir tanpa mengabaikan kondisi ekosistem yang menjadi ruang hidup masyarakat.
Penulis : Ramansyah