
FIS.UNG, Media Center — Yayasan BaKTI bersama KONEKSI mendorong penguatan kapasitas peneliti di Indonesia Timur melalui kegiatan Workshop Collaborative Research Proposal yang diselenggarakan di Gorontalo pada 25–26 Februari 2026.
Workshop yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan mengembangkan proposal penelitian kolaboratif yang responsif terhadap kebutuhan kebijakan daerah sekaligus mendorong lahirnya riset yang berdampak bagi pembangunan.
Kegiatan tersebut menghadirkan para peneliti dari berbagai perguruan tinggi, pemerintah daerah, organisasi masyarakat sipil, serta perwakilan organisasi penyandang disabilitas. Para peserta bekerja secara kolaboratif untuk merumuskan gagasan penelitian berbasis isu prioritas pembangunan di Provinsi Gorontalo.

Tiga dosen dari Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo turut ambil bagian dalam kegiatan ini, yakni Ramansyah, Siti Mayasari Pakaya, dan Erick Syarif. Kehadiran para akademisi tersebut diharapkan dapat memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan riset yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Workshop ini merupakan bagian dari upaya BaKTI dan KONEKSI dalam memperkuat ekosistem riset di Indonesia Timur agar lebih kolaboratif, inklusif, serta mampu berkontribusi dalam proses perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policy). Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir berbagai proposal penelitian yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan untuk mendukung pengambilan kebijakan di tingkat daerah.
Penulis : Ramansyah