
FIS.UNG, Media Center — Dosen Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mendorong kelompok UMKM perempuan Gita Cookies di Kelurahan Tenda, Kota Gorontalo, memperluas akses pasar melalui penguatan komunikasi bisnis berbasis digital.
Pendampingan tersebut dilaksanakan melalui program pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan model KOMPAS (Komunikasi Pemasaran dan Kemitraan Berbasis Digital untuk Akses Pasar Sosial). Program ini menjadi salah satu bentuk penerapan keilmuan komunikasi dalam membantu pelaku UMKM membangun komunikasi pemasaran sekaligus membuka peluang kemitraan usaha.
Tim pengabdian melakukan pemetaan terhadap kondisi Gita Cookies sebelum menentukan bentuk pendampingan. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa kelompok tersebut telah memiliki kemampuan produksi dan legalitas usaha, termasuk Nomor Induk Berusaha (NIB), label, serta kemasan produk.
Persoalan utama justru ditemukan pada aspek pemasaran. Selama ini, promosi Gita Cookies masih mengandalkan akun Facebook pribadi, forum jual beli daring, serta kegiatan bazar yang berlangsung secara musiman. Kondisi tersebut membuat kelompok belum memiliki jalur komunikasi bisnis yang berjalan secara berkelanjutan dengan konsumen maupun calon mitra usaha.
Salah seorang anggota Gita Cookies menyampaikan bahwa pemasaran menjadi kendala utama yang dihadapi kelompok.
«“Kendalanya itu pemasaran. Kalau untuk pembuatan, kami tidak kendala di situ, cuma pemasarannya itu yang sangat sulit bagi kita kelompok usaha UMKM yang ada di Kelurahan Tenda.”»
Temuan tersebut menjadi dasar bagi tim dosen Ilmu Komunikasi untuk mengarahkan pendampingan tidak hanya pada penggunaan media sosial, tetapi juga pada pembangunan komunikasi bisnis yang dapat menghubungkan produk dengan konsumen dan calon mitra.
Melalui model KOMPAS, pendampingan dilakukan melalui enam tahapan, yakni pemetaan, branding, komunikasi digital, business matching, monitoring, dan keberlanjutan.
Pada tahap komunikasi digital, tim memfasilitasi Gita Cookies membangun kanal komunikasi resmi melalui TikTok @gita.cookies1, Instagram @gita.cookies, Facebook Gita Cookies, serta WhatsApp Business.
Tim juga membantu menyiapkan katalog digital yang memuat foto produk, deskripsi, harga, dan kontak pemesanan. Sejumlah materi komunikasi lainnya turut dikembangkan, seperti video proses produksi, testimoni pembeli, poster dan flyer digital, serta template profil usaha dan surat penawaran kerja sama.
Penggunaan setiap platform disesuaikan dengan fungsi komunikasinya. TikTok diarahkan untuk menjangkau segmen muda dan calon reseller melalui konten video pendek mengenai proses produksi dan aktivitas di balik layar. Instagram digunakan sebagai katalog visual produk, Facebook diarahkan untuk menjangkau calon mitra institusi, sedangkan WhatsApp Business menjadi kanal komunikasi langsung dengan konsumen dan calon mitra.
Data awal dalam laporan program menunjukkan akun Instagram Gita Cookies memiliki 10 unggahan dan 28 pengikut. Sementara itu, akun TikTok masih berada pada tahap awal dengan satu pengikut dan tiga suka. Data tersebut akan menjadi bagian dari proses monitoring untuk melihat perkembangan komunikasi digital setelah pendampingan.
Selain penguatan media digital, tim dosen juga mengarahkan program pada tahap business matching. Tahapan ini ditujukan untuk mempertemukan Gita Cookies dengan calon mitra pasar, seperti toko oleh-oleh, coffee shop, hotel, dan reseller.
Dalam penerapannya, komunikasi bisnis menjadi bagian penting dalam model pendampingan. Dosen Ilmu Komunikasi tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pemasaran digital, tetapi juga mendorong kelompok memahami bagaimana membangun pesan, mengelola kanal komunikasi, memperkenalkan produk, serta membangun hubungan dengan calon mitra usaha.
“Model KOMPAS menempatkan business matching sebagai tahap inti, bukan sekadar pelengkap pelatihan digital marketing,” demikian arah program yang dijelaskan dalam laporan pengabdian.
Hingga tahap laporan kemajuan, sejumlah luaran telah dihasilkan, antara lain katalog digital dan profil usaha, akun media sosial resmi, video edukasi proses produksi, kumpulan testimoni pembeli, poster dan flyer digital, serta template profil usaha dan surat penawaran kerja sama.
Sementara itu, validasi penuh model KOMPAS, kesepakatan awal dengan mitra usaha, serta monitoring perkembangan akses pasar masih menjadi agenda lanjutan dalam program pengabdian tersebut.
Untuk menjaga keberlanjutan program, tim juga mendorong Gita Cookies menunjuk koordinator komunikasi digital dari internal kelompok. Koordinator tersebut nantinya bertugas mengelola media sosial, WhatsApp Business, katalog digital, serta komunikasi dengan calon mitra.
Melalui program ini, dosen Jurusan Ilmu Komunikasi FIS UNG berupaya menghadirkan penerapan ilmu komunikasi yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Penguatan komunikasi bisnis diharapkan dapat membantu Gita Cookies mengelola komunikasi dengan pasar secara lebih terarah, mandiri, dan berkelanjutan.
Penulis : Saad Lintang
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022