
FIS.UNG, Media Center - Di balik tumpukan kertas sketsa, warna-warna poster, dan konsep visual yang terus direvisi, sekelompok mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi menunjukkan bahwa tugas akhir mata kuliah bukan sekadar kewajiban akademik. Melalui pendekatan desain komunikasi visual, mereka menghadirkan pesan sosial yang relevan dengan realitas generasi muda: pentingnya kesehatan mental.
Kelompok 3 Kelas D Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo mengangkat kampanye sosial bertajuk “Ruang Aman” sebagai proyek tugas akhir mata kuliah Desain Komunikasi Visual. Kampanye ini diketuai oleh Chaterina Enjel W. Talokon, bersama anggota kelompoknya, dengan tujuan membangun kesadaran tentang kesehatan mental melalui media visual yang komunikatif dan mudah diterima.
Berangkat dari fenomena meningkatnya tekanan psikologis di kalangan mahasiswa dan generasi muda, kelompok ini merancang kampanye yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga sarat makna. Pesan utama yang diusung tercermin jelas pada salah satu poster kampanye mereka: “Kesehatan mental yang baik membuat Anda mampu mengelola stres dengan baik.”
Konsep “Ruang Aman” dimaknai sebagai ruang simbolik—tempat setiap individu dapat merasa diterima, didengar, dan aman secara emosional. Gagasan tersebut kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai media kampanye, mulai dari logo kampanye, poster edukatif, merchandise, hingga manual book logo yang menjelaskan filosofi, warna, dan aturan penggunaan identitas visual kampanye.

Proses kreatif yang dijalani tidak lepas dari diskusi intens dan eksplorasi ide. Mahasiswa ditantang untuk memadukan teori komunikasi, prinsip desain, serta kepekaan sosial dalam satu kesatuan pesan. Hasilnya, kampanye “Ruang Aman” tidak hanya berfungsi sebagai luaran akademik, tetapi juga sebagai medium edukasi yang berpotensi digunakan lebih luas.
Bagi kelompok ini, desain komunikasi visual bukan sekadar estetika, melainkan alat komunikasi sosial. Melalui visual yang sederhana namun bermakna, mereka berharap pesan tentang kesehatan mental dapat tersampaikan dengan lebih inklusif dan membumi, terutama bagi kalangan muda yang akrab dengan bahasa visual.
Karya kampanye ini juga mencerminkan pendekatan pembelajaran di Jurusan Ilmu Komunikasi yang mendorong mahasiswa untuk peka terhadap isu sosial dan mampu meresponsnya secara kreatif. Tugas akhir mata kuliah tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan teknis, tetapi juga ruang refleksi dan empati.
Melalui kampanye “Ruang Aman”, mahasiswa Ilmu Komunikasi membuktikan bahwa ruang kelas dapat melahirkan gagasan-gagasan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Sebuah pesan sederhana, namun kuat: ketika kesehatan mental dijaga, setiap orang memiliki peluang lebih baik untuk mengelola stres dan menjalani kehidupan dengan lebih seimbang.
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022