
FIS.UNG, Media Center – Empat puluh empat tahun bukan sekadar perjalanan waktu, tetapi menjadi rekam panjang pengabdian seorang akademisi dalam pendidikan tinggi. Perjalanan tersebut ditorehkan Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si., Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo (FIS UNG), yang memasuki masa purna tugas setelah mengabdikan diri selama 44 tahun.
Momentum purna tugas Prof. Arifin menjadi ruang bagi keluarga besar Administrasi Publik FIS UNG untuk melihat kembali nilai pengabdian, keteladanan, serta jejak akademik yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Prof. Arifin tercatat sebagai Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial pada Program Studi Administrasi Publik. Latar akademiknya juga menunjukkan perjalanan panjang dalam bidang administrasi, dengan pendidikan magister di Universitas Sam Ratulangi dan doktor di Universitas Negeri Makassar.

Dalam momentum apresiasi dan penghargaan purna tugas tersebut, Dekan FIS UNG Dr. Drs. Zuchri Abdussamad, S.I.K., M.Si. menyampaikan bahwa jejak yang telah ditinggalkan Prof. Arifin selama menjalankan pengabdian sebagai akademisi dapat menjadi contoh bagi generasi dosen berikutnya.
Pengabdian selama 44 tahun tersebut tidak hanya dimaknai dari lamanya masa kerja. Lebih dari itu, perjalanan seorang akademisi meninggalkan nilai melalui proses pendidikan, pengembangan keilmuan, serta kontribusi yang diberikan kepada institusi dan lingkungan akademik.
Ketua Jurusan Administrasi Publik FIS UNG, Dr. Yacob Noho Nani, S.Pd., M.Si., mengatakan bahwa jejak Prof. Arifin Tahir dapat menjadi contoh sekaligus diikuti oleh dosen-dosen Administrasi Publik dalam menjalankan tugas sebagai akademisi.
Menurut Yacob, momentum purna tugas tersebut juga memiliki makna penting bagi internal Jurusan Administrasi Publik. Selain memberikan penghargaan terhadap perjalanan panjang seorang guru besar, kebersamaan tersebut menjadi ruang untuk semakin memperkuat persatuan dan hubungan antardosen.
“Jejak Prof. Arifin Tahir dapat menjadi contoh dan dapat diikuti. Kegiatan hari ini juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan dan persatuan, khususnya bagi seluruh dosen Administrasi Publik FIS UNG,” ujar Yacob.

Semangat kebersamaan tersebut menjadi penting dalam menjaga keberlanjutan pengembangan jurusan. Pengalaman dari akademisi senior dapat menjadi bagian dari proses regenerasi, sementara generasi berikutnya memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan nilai-nilai akademik dan pengabdian yang telah dibangun.
Purna tugas dengan demikian bukan menjadi akhir dari sebuah kontribusi akademik. Pengetahuan, pengalaman, dan keteladanan yang ditinggalkan tetap dapat menjadi referensi bagi generasi berikutnya dalam menjalankan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, maupun tanggung jawab kelembagaan.
Bagi keluarga besar Administrasi Publik FIS UNG, 44 tahun perjalanan Prof. Arifin Tahir menjadi pengingat bahwa keberlanjutan sebuah institusi dibangun melalui pengabdian lintas generasi. Momentum purna tugas ini sekaligus menjadi kesempatan untuk merawat kebersamaan dan meneruskan nilai-nilai positif yang telah dibangun kepada generasi akademisi berikutnya.
Terima kasih atas 44 tahun pengabdian, Prof. Dr. Arifin Tahir, M.Si. Jejak pengabdian berakhir dalam masa tugas, tetapi keteladanan akademik tetap menjadi bagian dari perjalanan Administrasi Publik FIS UNG.
Jurusan Komunikasi UNG Akan Menggelar Seminar Nasional Etika Konten di Media Sosial
kegiatan Kuliah Pakar dengan Bupati Kab. Kepulauan Talaud di Aula FIS dengan tema "Individual dalam Interaksi Antar Manusia"
FIS sebagai Pelaksana Upacara Korpri di Lingkungan UNG
Sehubungan kepentingan peningkatan Point IKU maka dipandang perlu mengadakan tracer Study dengan Temu Alumni yang akan dilaksanakan di Kabupaten Pohuwato pada tanggal 4 s.d 5 Desember 2022