
FIS.UNG, Media Center – Empat mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial (FIS), Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menjadi narasumber dalam program HIRAMEYA yang diselenggarakan oleh RRI Pro 4 Gorontalo, Minggu malam (24/5).
Mengusung tema “Melestarikan Budaya Lewat Konten Digital”, kegiatan ini menjadi ruang diskusi tentang peran generasi muda dalam menjaga eksistensi budaya lokal melalui pemanfaatan media digital.
Keempat narasumber tersebut tergabung dalam Komunitas Tulade Productive, yakni Fathur Usu, Saad Sugai, Moh. Azriel Ilham, dan Fajril Mohamad. Dalam dialog yang dipandu oleh pewara Anja Yayan, mereka membagikan pengalaman serta pandangan terkait upaya kreatif mengangkat nilai-nilai budaya Gorontalo melalui produksi konten digital seperti fotografi, videografi, hingga media sosial.
Saad Sugai menjelaskan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial saat ini harus dimanfaatkan sebagai sarana edukasi sekaligus promosi budaya daerah kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.
“Konten digital bukan hanya soal hiburan, tetapi juga bisa menjadi media pelestarian budaya. Lewat visual, cerita, dan dokumentasi yang menarik, budaya lokal bisa lebih dekat dengan anak muda,” ujarnya.
Sementara itu, Moh. Azriel Ilham menambahkan bahwa tantangan terbesar dalam melestarikan budaya melalui media digital adalah bagaimana mengemas pesan budaya agar tetap relevan dan menarik tanpa menghilangkan nilai autentiknya.

Komunitas Tulade Productive sendiri dikenal aktif memproduksi berbagai karya kreatif yang menampilkan unsur budaya dan kehidupan sosial masyarakat Gorontalo. Melalui pendekatan visual yang modern, komunitas ini berupaya menjembatani tradisi dengan perkembangan teknologi digital.
Partisipasi mahasiswa Ilmu Komunikasi FIS UNG dalam program ini menunjukkan kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui pendekatan komunikasi kreatif. Kehadiran mereka juga menjadi bukti bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.

Program HIRAMEYA yang disiarkan melalui RRI Pro 4 Gorontalo FM 95,1 MHz ini menjadi wadah penting bagi berbagai komunitas dan pegiat budaya untuk berbagi gagasan serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga warisan budaya daerah.
Penulis : Saad Lintang